BERITA TENTANG SMAN KEBOMAS

SURYA.co.id I GRESIK – Sebagian wali murid Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Kebomas, Gresik, Jatim. menjerit gara-gara diminta iurang untuk membeli 21 unit liquid crystal display (LCD).

Seorang wali murid mengatakan kepada reporter SURYA.co.id, pihak sekolah mengumpulkan wali murid pekan lalu untuk sosialisasi iuran membeli LCD yang akan dipasang di tiap ruang kelas.

Dalam pertemuan itu, Komite Sekolah menjelaskan kepada wali murid bahwa di sekolah baru ada 6 unit LCD sehingga masih kurang 21 unit LCD. Jika satu unit seharga Rp 6 juta, kebutuhan totalnya sekitar Rp 126 juta.

“Karena masih ada kekurangan alat peraga LCD, wali murid dimintai bantuannya untuk pengadaan LCD,” kata wali murid SMAN 1 Kebomas yang tentu saja enggan disebut namanya demi kenyamanan anaknya.

Menurut dia, pertemuan itu akhirnya menyepakati setiap wali murid menyumbangkan rata-rata Rp 200.000.

“Disesuaikan jumlah siswa setiap kelas. Jika di kelas itu ada 30 murid, ya setiap wali murid dibebani Rp 200.000, sehingga terkumpul uang Rp 6 juta,” imbuhnya.

Agar tidak terlihat membebani, pungutan itu diangsur dua bulan, mulai April. “Bukan karena uangnya, tapi aturannya kan pungutan di sekolah negeri sudah dilarang oleh Dinas Pendidikan. Kenapa masih ada pungutan?,” katanya.

SURYA.co.id I GRESIK – Komisi D DPRD Gresik meminta pihak SMAN 1 Kebomas menghentikan pungutan Rp 126 juta kepada wali murid demi memborong 21 unit LCD.

“Apapun model pungutannya kepada wali murid itu dilarang. Sekolah tidak boleh menarik biaya investasi ke wali murid sebab sudah ada dana bantuan operasional sekolah (BOS) dan dana alokasi khusus untuk pembangunan sekolah negeri,” kata Syaikhu Busiri, anggota Komisi D DPRD Gresik dari Fraksi PKB, Selasa (28/4/2015).

Syaiku menyarankan, sekolah negeri membuat Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah (RAPBS) untuk selanjutnya disetujui atau ditolak oleh bupati.

“Jadi kalau di RAPBS tidak ada, ya jangan membenani wali murid untuk membantu membangun gedung, menambah biaya investasi dan lain-lain. Membeli pegangan pintu juga tidak boleh,” imbuhnya.

Demi mencengah pungutan itu, Komisi D DPRD akan mengagendakan pertemuan dengan beberapa pihak sekolah.

“Di antaranya SMP Negeri 1 Kebomas dan SMA Negeri 1 Kebomas. Nanti bisa nambah sekolah lainnya,” kata Syaiku.

Bagaimana jika sekolah telanjur menarik dana kepada wali murid? “Kembalikan. Aturannya sudah tidak boleh, kenapa harus dilanggar? Biarkan penegak hukum yang memprosesnya,” katanya.

SURYA.co.id I GRESIK – Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Gresik tidak tegas melarang pungutan liar (Pungli) di sekolah negeri yang sudah jelas-jelas dilarang, Rabu (29/4/2015).

Mahin, Kepala Dindik Kabupaten Gresik mengaku tidak siap menghentikan pungli terhadap wali murid di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Kebomas, untuk pembelian 21 liquid crystal display (LCD) yang akan dipasang di masing-masing kelas.

Alasan Mahin, gagasan tersebut dimunculkan oleh Komite Sekolah.

“Jika gagasan itu dari Komite Sekolah kami tidak bisa melarang. Itu kan idenya Komite. Komite ingin membantu, masak ditolak. Jika program Kepala Sekolah, saya bisa hentikan,” kata Mahin, yang belum sebulan dilantik menjadi Kepala Dinas Pendidikan.

Mantan Kepala Bagian Umum ini mengaku sudah memanggil Kepala SMA Negeri 1 Kebomas, tapi tidak jelas keputusannya.

“Untuk program wisuda di gedung sudah kami larang. Sebab esensinya tidak ada,” katanya.

Sementara Ketua Komite SMA Negeri 1 Kebomas, Irfan Choiri, yang gagal menjadi anggota legislatif, mengaku telah mengumpulkan wali murid di sekolah untuk merapatkan dengan wali murid.

“Hasil rapat Komite disetujui untuk pembelian LCD. Kegunaannya untuk membantu proses belajar mengajar, agar anak-anak tidak terlambat teknologi,” kata Irfan, melalui telepon selulernya.

Irfan menambahkan, iuran untuk pembelian LCD tidak memberatkan kepada wali murid.

“Silakan kalau ada wali murid yang sanggup membantu 5 unit LCD kami terima, jika ada wali murid yang tidak mampu ya tidak memaksa,” katanya.

Terpisah, wali murid SMA Negeri 1 Kebomas, yang tidak ingin disebutkan namanya, mengatakan bahwa iuran dana pembelian LCD itu dirapatkan saat pengambilan raport.

“Undangannya kan dari sekolah kepada wali murid untuk mengambil raport, kemudian Pengurus Komite mengumumkan program pembangunan sekolah. Salah satunya pengadaan LCD,” katanya.

Wali murid ini kembali menanyakan sikap tegas dari Dinas Pendidikan yang menjalankan amanah Undang-undang.

“Alat itu kan digunakan untuk inventaris sekolah. Apa bedanya dengan pembangunan inventaris sekolah? Dana BOS kan juga untuk pengadaan alat pembelajaran? Jika memang disahkan adanya pungli ya silakan?” katanya.

Contoh Best Practice Guru SMA

CONTOH BEST PRACTICE
UPAYA MENGUBAH BRAND IMAGE MATEMATIKA SEBAGAI PELAJARAN YANG MENAKUTKAN MENJADI PELAJARAN YANG MENYENANGKAN DI SMA KEBOMAS GRESIK
Pendahuluan
Pelajaran matematika dianggap oleh mayoritas siswa sebagai pelajaran yang sulit dipahami. Kondisi seperti ini berjalan terus menerus dari tahun ke tahun yang tentu saja jika dibiarkan akan menjadi suatu brand image bahwa matematika adalah pelajaran yang menjadi momok yang sangat menakutkan. Kondisi tersebut terjadi karena beberapa faktor yaitu pertama, matematika berisi formulasi-formulasi yang memerlukan pemikiran tingkat tinggi (high order thinking) yang memerlukan kesabaran untuk mengerjakannya. Kedua, cerita yang turun temurun yang mengatakan matematika adalah pelajaran yang sulit sehingga menjadi mental block dalam diri siswa yang menyebabkan siswa enggan untuk berupaya karena berapapun mereka berupaya, mereka tidak akan berhasil. Ketiga, kesalahan cara mengajar guru matematika itu sendiri yang tidak memahami karakteristik peserta didik. Sebagian besar guru menganggap bahwa siswa harus dicekoki, harus disuapi karena mereka adalah merupakan gelas yang kosong yang harus diisi dengan air. Padahal konsep itu adalah konsep psikologi behaviorisme yang sudah lapuk yang sekarang harus ada perubahan. Saatnya sekarang membangun peserta didik dengan menekankan kepada mereka untuk mampu membangun konsep sendiri melalui metode constructivism.
Kondisi memburuknya keadaan kemampuan siswa terhadap matematika karena sebagian guru menanamkan konsep yang tidak mendasar pada saat awal artinya konsep dasarnya tidak mengakar sehingga menyebabkan ketika ada permasalahan yang lebih kompleks, siswa tidak bisa menyelesaikan permasalahan yang berkaitan dengan matematika karena fondasinya yang lemah. Di sisi lain banyakmisconception yang ada di dalam diri siswa yang tidak diperbaiki oleh guru sehingga lama kelamaan melembaga dalam diri siswa sehingga terjadi kesalahan pemikiran.
Di sisi lain siswa yang ada di SMA KEBOMAS GRESIK berasal dari beragam kemampuan dari mulai yang memiliki kemampuan tinggi sampai yang memiliki kemampuan paling rendah yang semuanya harus diakomodasi yang tentu saja membutuhkan strategi yang jitu karena beragamnya kemampuan tersebut yang hal ini berbeda dengan jika siswa memiliki kemampuan yang homogen.
Sebagai seorang guru matematika, saya merasa tertantang untuk melakukan perubahan paradigma tentang matematika. Saya yakin para siswa bisa menyelesaikan bahkan membangun konsep matematika karena mereka diberikan akal yang sangat modern oleh Allah subhahanahu wa ta’ala dan menekankan bahwa matematika adalah pelajaran yang berguna dan menyenangkan.
Langkah-langkah yang ditempuh
Sebagai seorang guru matematika yang menyadari akan kondisi yang ada, maka ada beberapa langkah yang saya lakukan yaitu:
1. Memberikan konsep dasar yang mantap kepada para siswa dengan berbagai pendekatan misalnya penyelesaian permasalahan aljabar dengan konsep geometri sehingga siswa dapat memahami konsep aljabar secara visual, juga pendekatan-pendekatan lainnya yang saya anggap dapat berguna bagi peningkatan kemampuan siswa.
2. Melakukan penugasan dengan system kerja tutor sebaya (peer teaching) diantara para siswa sehingga mereka yang memiliki kemampuan yang lebih rendah dapat lebih berani bertanya kepada rekannya yang memiliki kemampuan yang lebih tinggi karena secara psikologis mereka adalah sebaya. Strategi ini juga mendorong siswa yang sudah memiliki kemampuan untuk memiliki kepercayaan diri yang semakin tinggi disamping menumbuhkan rasa empati terhadap temannya yang masih belum memahami.
3. Melakukan pembimbingan khusus kepada siswa yang kurang mampu. Kondisi seperti ini dilakukan agar siswa yang belum mampu mengejar materi dapat mengejarnya dan mendalami konsep-konsep yang belum dimengerti.
4. Membentuk kelompok pencinta matematika. Kelompok ini terdiri dari orang-orang yang menyenangi matematika dan ingin memperdalam matematika lebih lanjut. Kelompok ini terdiri dari siswa-siswa yang memiliki kemampuan lebih dalam bidang matematika sehingga mereka dituntut untuk dapat menyelesaikan permasalahan yang kompleks yang berbeda dengan pembelajaran regular di kelas. Merekalah yang merupakan calon duta-duta sekolah untuk lomba-lomba matematika baik di ajang olimpiade maupun lomba-lomba lain seperti cerdas cermat matematika dan lain-lain.
Hasil yang dicapai
Melalui kegiatan yang saya lakukan tersebut diperoleh hasil yang memuaskan yaitu:
1. Terjadi peningkatan minat siswa terhadap pelajaran matematika. Matematika yang sebelumnya dianggap sebagai pelajaran yang susah, berangsur-angsur siswa menyukai pelajaran tersebut walaupun masih perlu terus peningkatan. Peningkatan minat siswa ini ditandai dengan seringnya siswa mendiskusikan matematika di luar jam pelajaran baik di sekolah maupun di asrama yang tentu saja dengan diskusi tersebut memungkinkan siswa untuk memahami matematika lebih dalam.
2. Bagi siswa yang memiliki kemampuan lebih dan berminat memperdalam matematika ketika mengikuti lomba-lomba matematika mereka percaya diri dan mampu merebut juara dalam lomba tersebut. Hal ini ditandai dengan peraihan siswa dalam lomba matematika yang menempati juara 1, 2 dan 3 dalam olimpiade sains di tingkat kabupaten dan lomba lomba lainnya di tingkat Kabupaten.
3. Banyaknya lulusan siswa yang diterima di perguruan tinggi negeri yang bergengsi didalam dan luar negeri seperti; ITB, UGM, IPB, UI, Unpad, UPI, UB, UNAIR, UNESA,UM dan perguruan-perguruan tinggi yang lainnya.
Kesimpulan dan Rekomendasi
Kesimpulan
Berdasarkan hasil yang diperoleh dari kegiatan-kegiatan yang peneliti lakukan bersama para siswa di SMA KEBOMAS GRESIK tergambar bahwa treatment yang penulis lakukan sangat bermanfaat bagi peningkatan minat siswa terhadap matematika.
Rekomendasi
Berdasarkan hasil yang penulis peroleh maka penulis merekomendasikan kepada para guru untuk melakukan langkah-langkah minimal seperti yang penulis lakukan sehingga para siswa dapat memahami dan meningkatkan minat siswa terhadap pelajaran matematika yang sebelumnya pelajaran tersebut dianggap sebagai pelajaran yang tidak menyenangkan dan menakutkan menjadi pelajaran yang diminati siswa.

BEST PRACTICE

Pengertian Best Practice
Best Practice adalah tulisan pengalaman terbaik yang dilakukan guru, kepala sekolah atau pengawas dalam kegiatan pembelajaran atau kegiatan pendidikan. Best Practice guru, kepala sekolah atau pengawas berisi laporan uraian pengalaman nyata guru, kepala sekolah atau pengawas dalam memecahkan berbagai masalah pelaksanaan pembelajaran dan/atau masalah pengelolaan yang ada di kelas (bagi guru) atau di satuan pendidikan (bagi kepala sekolah atau pengawas). Tulisan merupakan pengalaman nyata guru, kepala sekolah atau pengawas bukan pengalaman orang lain, saduran, terjemahan atau plagiasi.
Kerangka isi penulisan diatur sebagai berikut.
Bagian Awal terdiri atas: (a) halaman judul; (b) lembaran pengesahan; (c) kata pengantar; (d) daftar isi, (e) abstrak atau ringkasan; serta (f). daftar tabel, daftar gambar, dan daftar lampiran (bila ada). Lembar persetujuan ditandatangani kepala sekolah bila penulisnya adalah guru, pengawas bila penulisnya kepala sekolah, koordinator pengawas bila penulisnya adalah pengawas dan ditandatangani Pejabat Dinas Pendidikan bila yang menyusun adalah koordinator pengawas.
Bagian Isi terdiri atas beberapa bab. (a) Bab Pendahuluan menjelaskan latar belakang, permasalahan, tujuan, dan manfaat. (b) Bab Kajian tentang Pembahasan dan Pemecahan Masalah yang menguraikan langkah-langkah atau cara-cara dalam memecahkan masalah yang dituangkan secara rinci. Hal yang sangat perlu dituliskan adalah bagaimana tindakan, cara, langkah yang dilakukan oleh pengawas sekolah sehingga kegiatan tersebut dinyatakan sebagai pengalaman terbaiknya dalam memecahkan masalah dan juga dihubungkan dengan teori akademik yang menunjang. Semua uraian tentang pelaksanaan tindakan yang telah dilakukan harus didukung (dilampirkan) dengan data yang benar. Hal yang sangat perlu disajikan pada bab ini adalah keaslian dan kejelasan ide/gagasan terkait dengan upaya pemecahan masalah. Uraian ini merupakan inti tulisan Best Practice.
Bab Simpulan dan Saran berisi uraian tentang hal-hal yang dapat dipetik sarinya dari pengalaman berharga tersebut. Simpulan diikuti dengan saran atau rekomendasi terhadap pihak terkait dengan pemecahan masalah tersebut. Bagian Penunjang berisi daftar pustaka dan lampiran-lampiran yang menunjang tulisan tersebut. Sajian lampiran dimaksudkan sebagai bukti penunjang kegiatan yang ditulis itu benar-benar merupakan hal nyata yang telah dilakukan.
Best practice pengawas sekolah adalah praktik terbaik yang pernah dialami pengawas sekolah dalam melaksanakan kegiatan kepengawasan. Penulisan best practice pengawas sekolah artinya tulisan pengawas sekolah yang mengungkapkan pengalaman terbaiknya atau yang paling baik dalam melaksanakan kegiatan kepengawasan. Ini berarti pengawas sekolah diminta membuat tulisan yang berisi salah satu kegiatan kepengawasan yang telah dilaksanakannya yang menurut penilaiannya paling berhasil. Bisa juga dikatakan pengawas sekolah diminta menuliskan pengalamannya melaksanakan kegiatan kepengawasan yang menurut pendapatnya bahwa kegiatan tersebut paling baik atau paling berhasil bagi dirinya. Tulisan tersebut akan diperlombakan di tingkat nasional sehingga tulisan tentang pengalaman tersebut bisa diketahui oleh pengawas sekolah lainnya minimal oleh peserta lomba.
Jenis kegiatan kepengawasan yang telah dilaksanakan pengawas sekolah yang akan diungkapkan dalam bentuk tulisan bisa dipilih dari kegiatan-kegiatan di bawah ini :
1. Unsur Pengawasan. Kegiatan pengawas sekolah dikmen dari unsur pengawasan adalah:
a. menyusun program pengawasan tahunan atau semesteran
b. melaksanakan pengawasan akademik dan pengawasan manajerial
c. mengevaluasi hasil pelaksanaan pengawasan akademik dan pengawasan manajerial
d. membimbing dan melatih kemampuan profesional guru atau kepala sekolah
e. melaksanakan tugas kepengawasan di daerah khusus
2. Unsur Pengembangan Profesi. Kegiatan pengawas sekolah dikmen dari unsur pengembangan profesi yang akan diungkapkan dalam bentuk tulisan antara lain:
a. membuat karya tulis atau karya ilmiah di bidang pendidikan formal/pengawasan
b. menterjemahkan atau menyadur buku atau karya ilmiah di bidang pendidikian formal/pengawasan.
Dari kegiatan-kegiatan di atas kegiatan mana yang telah dilaksanakan dan dirasakan paling baik atau paling berhasil. Kegiatan itulah yang dipaparkan dalam bentuk tulisan.
Ketentuan menuliskan pengalaman terbaik dalam melaksnakan kegiatan kepengawasan adalah sebagai berikut
1. Tema yang dijadikan bahan penulisan adalah salah satu dari kegiatan kepengawasan
2. Isi dan sistematika tulisan adalah sebagai berikut :
(a) pendahuluan yang berisi latar belakang, jenis kegiatan dan manfaat kegiatan.
(b) proses melaksanakan kegiatan yang mencakup tujuan dan sasaran kegiatan, materi atau bahan yang diberikan, metode atau cara melaksanakan kegiatan, alat dan perlengkapan yang digunakan, waktu dan tempat pelaksanaan kegiatan dll
(c) hasil yang diperoleh dari pelaksanaan kegiatan tersebut, masalah yang dihadapi dalam melaksanakan kegiatan dan cara-cara mengatasinya
(d) kesimpulan dan saran.
3. Kerangka isi penulisan disusun sebagai berikut.
(a) Bagian Awal terdiri atas: (1) halaman judul; (2) lembaran pengesahan; (3) ringkasan (4) kata pengantar; (5) daftar isi, serta (6). daftar tabel, daftar gambar, dan daftar lampiran (bila ada). Lembar persetujuan ditandatangani Koordinator Pengawas bila yang menyusun adalah pengawas sekolah dan ditandatangani Pejabat Dinas Pendidikan bila yang menyusun adalah koordinator pengawas.
(b) Bagian Isi terdiri atas beberapa bab.
1. Bab Pendahuluan menjelaskan latar belakang, jenis kegiatan , dan manfaat.
2. Bab Pelaksanaan Kegiatan menjelaskan; tujuan dan sasaran, bahan atau materi kegiatan, metode atau cara melaksanakan kegiatan, alat/instrumen yang digunakan, waktu dan tempat pelaksnanaan kegiatan, dll yang diangap perlu
3. Bab Hasil Kegiatan, menjelaskan hasil yang diperoleh, masalah yang dihadapi dan cara mengatasi masalah tersebut
4. Bab Kesimplan dan Saran menjelaskan kesimpulan dari kegiatan dan saran atau rekomendasi berkaitan dengan keiatan tersebut
Uraian ini merupakan inti tulisan best practice.
(c) Bagian Penutup berisi sumber dan lampiran yang dianggap perlu.

Tau Ah..

Begitu banyak orang brmacam warna . .
hingga renyah bila dirasakan

Orang melihat casing depan krn orng juga trbatas untuk langsung mgenal di dalamnya . . apakah casing setiap orang itu mampu mnyamankan dirinya dan semakin prcaya diri atau justru semakin tidk mgenal dirinya sendiri . . ??? menarik buat.ku

Ingin trsenyum: itu jawab.ku

Rumah dibangun brawal dari pondasi

Casing adlah salah 1 cermin dari diri kita sendiri (manusia semua punya topeng) .apa topeng yng engkau buat untuk sesama ciptaanNya???

Introspksi diri tidk hnya perlu tetapi penting dan baik untuk dilakukan

Aku ingin trus belajar dan,,
tak mau melihat orang dari krudung besarnya saja
tak mau melihat orang dari baju kokonya saja

Tak perlu engkau sibuk dalam menghiasi topeng.mu dengan pura-pura ,apabila pondasi.mu trnyta belum ada

Hanya ingin langsung mmbangun citra diri sebuah rumah yng dikagumi dan disegani bnyk orang itu hanya akn menjdi kepalsuan debu yng tak brarti sedikitpun di hadapanNya!!

Ya, memang benar . . tak ada manusia yng sempurna, hnya saja aku takut sombong dalam setiap prbaikan.ku krn aku juga manusia biasa . . .

Rindu

Aku tangkarkan rindu padaMu ya Rabb
pada setumpuk kabut
Yang mengapung menjadi tudung resah
Dalam kabut yang putih
Ada perhelatan tarian luka poma
Larutan peluh bercucuran turut berdansa
Menikmati rindu yang mulai merambat
Aku dengar bisik lirih rindu yang tersumbat
Di antara celah celah kabut pekat

kemudian

Aku hanya berselancar
Pada gulungan kata kata yang bergelombang
Kalimat kalimat yang terbelah
Menyeret nalar untuk membedah
Menelaah setiap aksara yang tertata
Kemudian
Akupun hanya bisa melafalkan bait-bait
Yang berserakan di pinggir pantai
Terhempas oleh gulungan ombak
Meluluhkan ejaan aksara
Kemudian
Pada air laut yang kembali ke pantai
aku larungkan kepingan kepingan kalimat ini
karena aku tak bisa berselancar lagi
karena aku telah pergi
kemudian
belum usai…

Untukmu 2

Mengepul asap harap padaNya
Sebutir embun yang luruh dari mulut daun
Mengajari tentang harmoni,
Memberikan kesegaran
Butir butir bening berkilauan
Memberikan takjub akan wujudNya yang kudus
Cahaya yang berpendar,
Mengingatkan aku pada larik larik kehidupan
Wahai Rabb Kekasih
Pastilah Engkau tahu apa yang kurasa
Pada getar getar halus yang mengalir
Ajari aku untuk menjadi pribadi yang sebening embunMu