Contoh Best Practice Guru SMA

CONTOH BEST PRACTICE
UPAYA MENGUBAH BRAND IMAGE MATEMATIKA SEBAGAI PELAJARAN YANG MENAKUTKAN MENJADI PELAJARAN YANG MENYENANGKAN DI SMA KEBOMAS GRESIK
Pendahuluan
Pelajaran matematika dianggap oleh mayoritas siswa sebagai pelajaran yang sulit dipahami. Kondisi seperti ini berjalan terus menerus dari tahun ke tahun yang tentu saja jika dibiarkan akan menjadi suatu brand image bahwa matematika adalah pelajaran yang menjadi momok yang sangat menakutkan. Kondisi tersebut terjadi karena beberapa faktor yaitu pertama, matematika berisi formulasi-formulasi yang memerlukan pemikiran tingkat tinggi (high order thinking) yang memerlukan kesabaran untuk mengerjakannya. Kedua, cerita yang turun temurun yang mengatakan matematika adalah pelajaran yang sulit sehingga menjadi mental block dalam diri siswa yang menyebabkan siswa enggan untuk berupaya karena berapapun mereka berupaya, mereka tidak akan berhasil. Ketiga, kesalahan cara mengajar guru matematika itu sendiri yang tidak memahami karakteristik peserta didik. Sebagian besar guru menganggap bahwa siswa harus dicekoki, harus disuapi karena mereka adalah merupakan gelas yang kosong yang harus diisi dengan air. Padahal konsep itu adalah konsep psikologi behaviorisme yang sudah lapuk yang sekarang harus ada perubahan. Saatnya sekarang membangun peserta didik dengan menekankan kepada mereka untuk mampu membangun konsep sendiri melalui metode constructivism.
Kondisi memburuknya keadaan kemampuan siswa terhadap matematika karena sebagian guru menanamkan konsep yang tidak mendasar pada saat awal artinya konsep dasarnya tidak mengakar sehingga menyebabkan ketika ada permasalahan yang lebih kompleks, siswa tidak bisa menyelesaikan permasalahan yang berkaitan dengan matematika karena fondasinya yang lemah. Di sisi lain banyakmisconception yang ada di dalam diri siswa yang tidak diperbaiki oleh guru sehingga lama kelamaan melembaga dalam diri siswa sehingga terjadi kesalahan pemikiran.
Di sisi lain siswa yang ada di SMA KEBOMAS GRESIK berasal dari beragam kemampuan dari mulai yang memiliki kemampuan tinggi sampai yang memiliki kemampuan paling rendah yang semuanya harus diakomodasi yang tentu saja membutuhkan strategi yang jitu karena beragamnya kemampuan tersebut yang hal ini berbeda dengan jika siswa memiliki kemampuan yang homogen.
Sebagai seorang guru matematika, saya merasa tertantang untuk melakukan perubahan paradigma tentang matematika. Saya yakin para siswa bisa menyelesaikan bahkan membangun konsep matematika karena mereka diberikan akal yang sangat modern oleh Allah subhahanahu wa ta’ala dan menekankan bahwa matematika adalah pelajaran yang berguna dan menyenangkan.
Langkah-langkah yang ditempuh
Sebagai seorang guru matematika yang menyadari akan kondisi yang ada, maka ada beberapa langkah yang saya lakukan yaitu:
1. Memberikan konsep dasar yang mantap kepada para siswa dengan berbagai pendekatan misalnya penyelesaian permasalahan aljabar dengan konsep geometri sehingga siswa dapat memahami konsep aljabar secara visual, juga pendekatan-pendekatan lainnya yang saya anggap dapat berguna bagi peningkatan kemampuan siswa.
2. Melakukan penugasan dengan system kerja tutor sebaya (peer teaching) diantara para siswa sehingga mereka yang memiliki kemampuan yang lebih rendah dapat lebih berani bertanya kepada rekannya yang memiliki kemampuan yang lebih tinggi karena secara psikologis mereka adalah sebaya. Strategi ini juga mendorong siswa yang sudah memiliki kemampuan untuk memiliki kepercayaan diri yang semakin tinggi disamping menumbuhkan rasa empati terhadap temannya yang masih belum memahami.
3. Melakukan pembimbingan khusus kepada siswa yang kurang mampu. Kondisi seperti ini dilakukan agar siswa yang belum mampu mengejar materi dapat mengejarnya dan mendalami konsep-konsep yang belum dimengerti.
4. Membentuk kelompok pencinta matematika. Kelompok ini terdiri dari orang-orang yang menyenangi matematika dan ingin memperdalam matematika lebih lanjut. Kelompok ini terdiri dari siswa-siswa yang memiliki kemampuan lebih dalam bidang matematika sehingga mereka dituntut untuk dapat menyelesaikan permasalahan yang kompleks yang berbeda dengan pembelajaran regular di kelas. Merekalah yang merupakan calon duta-duta sekolah untuk lomba-lomba matematika baik di ajang olimpiade maupun lomba-lomba lain seperti cerdas cermat matematika dan lain-lain.
Hasil yang dicapai
Melalui kegiatan yang saya lakukan tersebut diperoleh hasil yang memuaskan yaitu:
1. Terjadi peningkatan minat siswa terhadap pelajaran matematika. Matematika yang sebelumnya dianggap sebagai pelajaran yang susah, berangsur-angsur siswa menyukai pelajaran tersebut walaupun masih perlu terus peningkatan. Peningkatan minat siswa ini ditandai dengan seringnya siswa mendiskusikan matematika di luar jam pelajaran baik di sekolah maupun di asrama yang tentu saja dengan diskusi tersebut memungkinkan siswa untuk memahami matematika lebih dalam.
2. Bagi siswa yang memiliki kemampuan lebih dan berminat memperdalam matematika ketika mengikuti lomba-lomba matematika mereka percaya diri dan mampu merebut juara dalam lomba tersebut. Hal ini ditandai dengan peraihan siswa dalam lomba matematika yang menempati juara 1, 2 dan 3 dalam olimpiade sains di tingkat kabupaten dan lomba lomba lainnya di tingkat Kabupaten.
3. Banyaknya lulusan siswa yang diterima di perguruan tinggi negeri yang bergengsi didalam dan luar negeri seperti; ITB, UGM, IPB, UI, Unpad, UPI, UB, UNAIR, UNESA,UM dan perguruan-perguruan tinggi yang lainnya.
Kesimpulan dan Rekomendasi
Kesimpulan
Berdasarkan hasil yang diperoleh dari kegiatan-kegiatan yang peneliti lakukan bersama para siswa di SMA KEBOMAS GRESIK tergambar bahwa treatment yang penulis lakukan sangat bermanfaat bagi peningkatan minat siswa terhadap matematika.
Rekomendasi
Berdasarkan hasil yang penulis peroleh maka penulis merekomendasikan kepada para guru untuk melakukan langkah-langkah minimal seperti yang penulis lakukan sehingga para siswa dapat memahami dan meningkatkan minat siswa terhadap pelajaran matematika yang sebelumnya pelajaran tersebut dianggap sebagai pelajaran yang tidak menyenangkan dan menakutkan menjadi pelajaran yang diminati siswa.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s