Untukmu

Mata pagi melirik liar kepada sang embun yang terpingit oleh lelap. Mungkin ia masih melayang layang, menikmati persembahan dari surga tentang ruh yang menyusup, menjelma pada wujud alamanda. Sinar hangat menjadi lentera, menyinari tubuh embun yang berkilau. Menjadi penerang sukma sang embun, untuk tetap menggamitkan jari jarinya kepada gemulainya jemari bidadari. Semoga sang embun, tak lekas luruh oleh detik yang menggilas mimpinya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s