Musik Limbah

Gresik yang saat ini mulai tumbuh menjadi sebuah kota industri, rupanya juga membawa dampak, dan perubahan bagi masyarakat yang ada di dalamnya. Masyarakat Gresik yang dulunya dikenal sebagai masyarakat santri, serta kental dengan suasana kekeluargaan, dan gotong-royong, kini mulai bergeser seiring dengan masuknya industrialisasi.
Kini akan sangat jarang, dan sulit sekali kita temukan budaya gotong-royong di masyarakat Gresik, meskipun hal itu juga masih ada. Masyarakat Gresik kini lebih cenderung dalam kehidupan yang individualistis, serta tergerus dalam modernitas. Rasa kepedulian terhadap lingkungan hidup pun juga hilang dari masyarakat Gresik.
Atas dasar semakin tergerusnya nilai-nilai kearifan lokal dari masyarakat Gresik itulah, maka sejumlah seniman di Gresik pun berusaha menggugat persoalan itu dengan cara yang berbeda. Mereka pun menggelar pentas seni, pada Minggu (12/2) untuk mengingatkan kembali akan nilai-nilai yang telah hilang dari masyarakat itu. Para seniman itu tergabung dalam kelompok musik Cager.
Kelompok musik itu menggelar konser musik dengtan tema “Eksplorasi Musik Omplong”, di Aula Dinas Pendidikan (Dispendik) kabupaten Gresik.
Cager merasa prihatin dengan perubahan kondisi sosial masyarakat Gresik pada saat ini. Mereka memainkan berbagai alat musik yang berasal dari berbagai peralatan bekas, atau yang sudah menjadi limbah logam. Diantaranya adalah tong dari berbagai ukuran, drum oli, bahkan dari kaleng susu pun juga mereka gunakan dalam pagelaran musik tersebut. Komunitas seniman Cager sendiri merupakan komunitas seniman asli Gresik yang mulai berdiri sejak tahunn 1985.
Penampilan mereka yang menggunakan berbagai alat sederhana tersebut, rupanya mampu memukau penonton yang terdiri dari berbagai kalangan tersebut. Mulai dari pelajar sekolah, mahasiswa, bahkan buruh pabrik pun tampak bisa menikmati pagelaran musik.
Konser musik kontemporer itu juga tidak hanya menampilkan konser musik sebagai suguhan utamanya saja. Sebab, dalam konser itu ditampilkan beberapa kesenian lainnya, diantaranya adalah teatrikal, serta lantunan syair balada yang liriknya diambil dari puisi karangan seniman asli Gresik Lennon Mahacali.
Dari awal suasana panggung selalu ramai dengan berbagai tabuhan alat musik dari berbagai barang bekas tersebut. Namun, penonton pun seolah nafasnya terhenti ketika tiba-tiba tabuh-tabuhan dari berbagai alat musik itu terhenti. Maka suasana sunyi pun tidak dapat terhindarkan. Lampu panggung pun yang dipadamkan juga semakin menambah tegangnya suasana malam itu.
Namun, perlahan-lahan lampu-lampu panggung itu pun menyala kembali. Musik pun kembali dimainkan mengiringi pembacaan puisi satire dari sang aktor.
“Tanah kelahiran, tanah nenek moyang, kini telah menjadi kota hantu. Kota yang terus berbenah mengubah sawah menjadi industri, suara-suara mendengung dan irama bola api, dalam dapur seraus hari, kematian para petani”, bunyi salah satu bait puisi yang dibacakan hasil karya dari Lennon Macahali.
Lennon Macahali mengungkapkan tujuan dari digelarnya acara itu. Lennon mengatakan, melalui suara dari omplong (kaleng) bekas, ia berharap dapat menggugah masyakat Gresik supaya menghidupkan kembali nilai-nilai yang telah hilang itu. “Khususnya gotong royong, peduli terhadap sesama dan kepedulian terhadap lingkungan hidupnya,”ucapnya. “Selain itu, supaya mereka lebih mencintai lingkungannya dengan memanfaatkan berbagai barang bekas yang ada di sekitarnya,”sambungnya.

One thought on “Musik Limbah

  1. hay… sobat saya juga anggota musik limbah SMAN 1 DRIYORJO GRESIK , namanya grup MUSTIKA , mungkin saja musik limbahku bisa bergabung / kolaborasi dgn musik limbah lain yg da di gresik🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s