Galian Liar Menjalar di Gresik

Kendati menyadari banyak galian C liar beroperasi di Kabupaten Gresik, namun Pemkab Gresik hingga kini belum bertindak. Yang terjadi Pemkab Gresik terkesan membiarkan pelanggaran UU Lingkungan Hidup itu berlangsung tanpa ada upaya untuk menata apalagi memberikan sanksi.
Andi, dari Divisi Lingkungan LSM Forum Kota (Forkot) menyebutkan, kondisi terpareah terjadi di wilayah Gresik Utara. Di kawasan perbukitan Bungah, Dukun, dan Sidayu terjadi penambangan secara besar-besaran. Kondisi lingkungan di sekitar areal rusak parah, terlebih saat musim hujan.
Di Desa Kisik Kecamatan Bungah salahsatunya para penambang liar menggaruk tanah liat seluas 4 hektar. Hasil galian itu ditampung dalam bak dump truck yang terlihat berjejer sekitar 10 unit. Setiap unit truk diperkirakan memuat 20 meter kubik tanah liat. Setelah muatan penuh, truk-truk itu lalu melaju keluar melewati jalan Daendles (pantura), Desa Abar-Abir, Kecamatan Bungah.
Menurut pengakuan Juned, petugas cheker, areal galian C tersebut adalah milik sekelompok warga yang dikoordinir Khamim. Aktivitas penggalian sejak awal tahun ini. Tanah galian tersebut dikirim ke Kompleks Industri Maspion (KIM) Manyar untuk bahan pengurukan. Tiap hari sekitar 150 dump truk lalu lalang mengangkut tanah liat tanpa hambatan sedikit pun.
Saat ditanya soal perizinan, Juned mengaku sudah ada yang mengurusnya, Ketika didesak izin apa yang dikantungi, Juned mengaku lupa. Tapi dia bersikukuh bahwa kegiatan penggalian yang merusak lingkungan desanya itu legal. “Kalau soal izin tanya saja ke pemilik tanah, saya cuma petugas lapangan,” katanya berkelit.
Kepala Dinas Perhubungan Pemkab Gresik Ahmad Nuruddin mengaku sudah berkali-kali melakukan penertiban angkutan mereka karena tidak memiliki izin jalan.
“Waduh nggak tahulah, pusing saya. Kemarin sudah kami tertibkan karena izin transportasi mereka mati, tetapi kok masih tetap beroperasi saja,” kata Ahmad Nuruddin
Mestinya kata Nuruddin, Satpol PP harus aktif melakukan pengawasan di lapangan setiap hari, jangan hanya saat melakukan sidag gabungan saja mereka tegas. Tetapi pasca penertiban mereka harus selalu mengawsinya.
“Kalau seperti ini kan sia-sia. Coba kita lihat mereka masih terus melakukan pengangkutan, saya nggak tahu kok selalu seperti ini,” keluh Nuruddin saat dirinya melihat sendiri aktifitas dumptruk dengan leluasanya mengangkut pedel di kawan Kecamatan Manyar
Terpisah, Kepala Satpol PP Kabupaten Gresik Dharmawan menegaskan, hingga kini pihaknya belum menerima salinan izin yang dikeluarkan oleh Badan Penanaman Modal dan Perizinan (BPMP) seputar Galian C di Desa Kisik.
“Lokasi galian tersebut sebenarnya sudah kami tutup beberapa bulan lalu karena tidak ada izinnya. Lalu pengelolanya berjanji akan mengurus izin dan berjanji tidak akan melanjutkan lagi kegiatannya,” jelas dia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s