RSS

PENINGKATAN HASIL BELAJAR DENGAN METODE QUANTUM TEACHING

16 Feb

Kualitas kehidupan bangsa sangat ditentukan oleh faktor pendidikan. Peran pendidikan  sangat penting untuk menciptakan kehidupan yang cerdas, damai, terbuka, dan demokratis. Oleh karena itu, pembaruan pendidikan harus selalu dilakukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan nasional.

Kemajuan suatu bangsa hanya dapat dicapai melalui penataan pendidikan yang baik. Upaya peningkatan mutu pendidikan itu diharapkan dapat menaikkan harkat dan martabat manusia Indonesia. Untuk mencapai itu, pendidikan harus adaptif terhadap perubahan zaman.

Dalam konteks pembaruan pendidikan, ada tiga isu utama yang perlu disoroti, yaitu pembaruan kurikulum, peningkatan kualitas pembelajaran, dan efektivitas metode pembelajaran. Kurikulum pendidikan harus komprehensif dan responsif terhadap dinamika sosial, relevan, tidak overload, dan mampu mengakomodasikan keberagaman keperluan dan kemajuan teknologi. Kualitas pembelajaran harus ditingkatkan untuk meningkatkan kualitas hasil pendidikan. Dan secara mikro, harus ditemukan strategi atau pendekatan pembelajaran yang efektif di kelas,yang lebih memberdayakan potensi siswa. Ketiga hal itulah yang sekarang menjadi fokus pembaruan pendidikan di tanah air.

Berbagai upaya telah dilakukan Depdiknas untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional, antara lain melalui berbagai pelatihan dan peningkatan kompetensi dan kualifikasi guru, penyempurnaan kurikulum, pengadaan buku dan alat pelajaran, perbaikan sarana dan prasarana pendidikan serta peningkatan mutu manajemen sekolah.

Sesuai dengan bunyi Undang-Undang No.20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Bab II pasal 3  yaitu  “ Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa,bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokrat serta bertanggung jawab.

Salah satu kebijakan pemerintah untuk meningkatkan mutu pendidikan di tanah air yang berupa pembaruan kurikulum ialah dengan dilaksanakannya  Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).

Untuk mengimplementasi kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan telah dilakukan beberapa upaya antara lain melalui pelatihan, dialog, seminar, sharing, simposium, yang pada akhirnya bertujuan menciptakan pemahaman guru terhadap konsep kurikulum dan mengubah paradikma mengajar dari cara konvensional menjadi terciptakan kondisi belajar yang menyenangkan, mengasyikkan, dan mencerdaskan (Enjoyable Learning).

Dalam pelaksanaan pembelajaran, guru memang memegang peranan cukup penting. Oleh karena itu guru harus mempunyai kemampuan pribadi, profesional dalam penguasaan materi, metode dan evaluasi yang selaras dengan tingkat perkembangan psikologi serta kebutuhan belajar. Metode pembelajaran di kelas memang tidak lepas dari ciri khas dan karakter guru. Guru yang kreatif cenderung mengajar dengan metode pembelajaran yang kreatif  Sebaliknya guru yang kurang kreatif cenderung menggunakan cara mengajar yang monoton, satu arah dan didasari pada buku teks. Guru yang menggunakan metode pembelajaran ini menganggap siswa sebagai objek belajar yang siap untuk dimasuki ilmu pengetahuan sebanyak-banyaknya tanpa melihat kemampuan individu dalam menerima dan menangkap ilmu pengetahuan dari guru. Metode pembelajaran semacam ini selanjutnya lebih populer dengan sebutan metode pembelajaran konvensional.

Proses belajar mengajar merupakan isi pokok pendidikan, oleh karena itu sebagaimana perkembangan menunjukkan bahwa seharusnya semua komponen yang terdapat dalam pendidikan diabdikan demi terjadinya proses belajar dalam diri peserta didik. Peristiwa belajar berhubungan dengan hasil belajar termasuk di dalamnya tentang penggunaan pendekatan-pendekatan mengajar yang tepat. Selama ini kondisi nyata yang terjadi di lapangan pembelajaran konvensional lebih menonjol dan cenderung banyak digunakan.

Ciri utama dari pembelajaran konvensional antara lain :

  1. Guru cenderung sebagai sumber tunggal materi pelajaran dan selalu menggunakan pendekatan ceramah sebagai satu-satunya pendekatan mengajar untuk seluruh materi.
  2. Siswa adalah penerima informasi secara pasif karena didominasi oleh guru sepenuhnya.
  3. Pembelajaran yang sangat abstrak dan teoritis serta tidak memperhatikan  pengalaman siswa.
  4. Pembelajaran hanya terjadi dan dilakukan di kelas.

Belajar pada era teknologi seperti saat ini bukanlah belajar yang indoktrinasi, kaku, verbalistik dan mementingkan materi. Dunia yang tercipta sekarang adalah tempat dimana orang harus mengerahkan seluruh kekuatan pikiran, hati dan ketrampilan yang memerlukan kreatifitas tinggi agar bisa bertahan. Pembelajaran yang diperlukan saat ini lebih mengacu pada ciri belajar yang luwes, penuh kegembiraan, bekerja sama, mementingkan aktivitas dan kontekstual.

Ada kecenderungan dewasa ini untuk kembali pada pemikiran bahwa anak akan belajar lebih baik jika lingkungan belajarnya diciptakan secara alamiah. Belajar akan lebih bermakna jika anak mengalami apa yang dipelajarinya bukan sekadar hanya mengetahuinya. Pembelajaran yang  berorientasi pada target penguasaan materi terbukti berhasil dalam kompetisi mengingat untuk jangka pendek, tetapi gagal dalam membekali anak memecahkan persoalan dalam kehidupan jangka panjang (Direktorat PLP,2003 :1).

Pengetahuan tentang kemungkinan berbagai metode mengajar adalah pengetahuan yang pokok dalam ilmu mengajar, karena itu setiap kali mengajar guru harus dapat menetapkan metode yang akan dipakainya dalam memperhitungkan berbagai faktor mengenai kewajaran metode tersebut di dalam situasi khusus yang dihadapinya.(Winarno Surakhmad,1986: 132).

Untuk meningkatkan kreatifitas dan keaktifan siswa dalam proses belajar mengajar serta untuk meningkatkan perolehan hasil belajar siswa terhadap pengetahuan baru, dapat ditempuh melalui pendekatan kontekstual  berupa model pembelajaran Quantum.

Berbeda dengan metode pembelajaran konvensional, metode pembelajaran Quantum berusaha mengubah model belajar sehingga terkesan lebih meriah dengan segala nuansa dan menciptakan interaksi dan perbedaan yang memaksimalkan momen belajar.

Pembelajaran Quantum merupakan salah satu wujud pembelajaran konstruktifisme yang mengedepankan atau mengutamakan lingkungan dalam  mewujudkan pembelajaran yang efektif dan optimal serta memudahkan dalam meraih tujuan pembelajaran.

Konteks menata panggung belajar menurut metode Quantum Teaching memiliki empat aspek yaitu : suasana, landasan, lingkungan, dan rancangan. (DePorter,2000:18).

Suasana kelas mencakup bahasa yang dipilih, cara menjalin rasa simpati dengan siswa, dan sikap guru terhadap sekolah serta belajar. Suasana yang penuh kegembiraan membawa kegembiraan pula dalam belajar.

Landasan adalah kerangka kerja yang meliputi tujuan, keyakinan, kesepakatan, kebijakan, prosedur dan aturan bersama yang memberi pedoman bagi guru dan siswa untuk bekerja dalam komunitas belajar.

Lingkungan adalah cara menata ruang kelas yang meliputi pencahayaan, warna, pengaturan meja kursi, tanaman, musik serta semua hal yang mendukung proses belajar.

Rancangan adalah penciptaan terarah unsur-unsur penting yang bisa menumbuhkan minat siswa untuk mendalami makna, dan memperbaiki proses tukar menukar informasi.

Jika keempat aspek ini ditata dengan cermat maka suatu perubahan akan terjadi. Konteks itu sendiri benar-benar menciptakan rasa saling memiliki, yang kemudian akan meningkatkan rasa memiliki dan menghargai. Kelas akan menjadi komunitas belajar, tempat yang dituju para siswa dengan senang hati, bukan karena keterpaksaan.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Februari 16, 2012 in KARYA FIKSI

 

Tag:

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: